Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

  • Mimi Musmiroh Idris Program Studi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
  • Abas Asyafah Program Studi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
Keywords: Evaluasi, Penilaian Autentik, Pendidikan Agama Islam

Abstract

Kajian ini merupakan studi literatur yang membahas tentang penilaian autentik dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Penilaian yang selama ini digunakan dalam proses penilaian di sekolah adalah penilaian tradisional, yang cenderung menilai aspek kognitif, dan mengabaikan aspek afektif dan psikomotor. Penilaian seharusnya dapat menilai seluruh aspek yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Tujuan dari penulisan ini untuk mendeskripsikan penilaian autentik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil dari kajian ini merupakan deskripsi dari penilaian autentik sebagai suatu proses evaluasi terhadap hasil belajar dan kinerja peserta didik dalam mengaplikasikannya di kehidupan nyata. Hal ini dipandang penting karena peserta didik ditantang untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilannya dalam situasi yang nyata. Hal ini dikarenakan melalui penilaian autentik guru juga dapat mengetahui sejauh mana pemahaman dan kemampuan peserta didik. Dengan penilaian autentik guru akan mengetahui perkembangan peserta didik dari data yang dikumpulkan. Dalam penggunaan penilaian autentik guru dianjurkan dapat mengoperasikan komputer, karena format penilaian yang menggunakan rubrik, dan guru juga harus siap dengan pembuatan format-format penilaian yang digunakan untuk mengevaluasi peserta didik.

This study is a literature study that discusses authentic assessment in the learning of Islamic religious education. Assessment that has been used in the assessment process at school is a traditional assessment, which tends to assess cognitive aspects, and ignores the affective and psychomotor aspects. Assessment should be able to assess all aspects, namely attitudes, skills, and knowledge. The purpose of this paper is to describe authentic assessments in the learning of Islamic Religious Education. The results of this study are descriptions of authentic assessments as an evaluation process of learning outcomes and student performance in applying it in real life. This is considered important because students are challenged to apply their knowledge and skills in real situations. This is because through authentic assessment teachers can also find out the extent of students' understanding and ability. With authentic assessment, the teacher will know the development of students from the data collected. In the use of authentic assessment, teachers are recommended to be able to operate computers, because the assessment format uses rubrics, and the teacher must also be prepared by making assessment formats used to evaluate students.

References

Astuti, E. T. (2017). Problematika Implementasi Penilaian Autentik Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SD Negeri Ploso I Pacitan. Al-Idaroh , 1 (2), 18-41.

Gahara, B. (2016). implementasi Penilaian Autentik Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kurikulum 2013. Tanzim , 1 (1).

Haryono, A. (2009). Authentic Assessment dan Pembelajaran Inovatif dalam Pengembangan Kemampuan Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 2(1).

Johnson, E. B. (2007). Contextual Teaching And Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan Dan Bermakna. Bandung: Mizan Learning Center.

Lubna. (2014). Akurasi dan Akuntabilitas Penilaian Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam. Ulumuna , 18 (1).

Mueller, J. (2006). Authentic Assessment.

Musfah, J. (2017). Manajemen Pendidikan: Teori, Kebijakan, dan Praktik. Jakarta: Kencana.

Majid, A. (2015). Penilaian Autentik Proses dan Hasil Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Martaningsih, S. T., Maryani, I., & Fatmawati, L. (2015). IbM Active Learning Guru SD dan Pelatihan Penilaian Autentik. Bantul: Prodi PGSD FKIP Universitas Ahmad Dahlan.

Supardi. (2015). Penilaian Autentik. Jakarta: Raja Grafindo.

Stiggins, R. J. (1994). Student-Centered Classroom Assessment. New York: Macmillan College Publishing Company.

Rusman. (2017). Belajar Dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Rasyidin, H., & Mansur. (2009). Penilaian Hasil Belajar. Bandung: CV Wacana Prima.

Umar. (2016). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Transformatif. Yogyakarta: Deepublish.

Yusuf, M. (2015). Asesmen Dan Evaluasi Pendidikan: Pilar Penyedia Informasi Dan Kegiatan Pengendalian Mutu Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Published
2020-01-16
How to Cite
Idris, M., & Asyafah, A. (2020). Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Kajian Peradaban Islam, 3(1), 1-9. https://doi.org/https://doi.org/10.47076/jkpis.v3i1.36